Teruntuk saudariku, ukhti….
Ukhti…
Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamualaikum…
Seandanya manusia mampu
mendengar apa yang diucapkan setiap rumput yang pernah diinjak, atau setiap
angin yang menyentuh kain-kain penutup, atau semut-semut yang seringkali terlihat
mengganggu..
Seandainya manusia tahu
bagaimana memutar rekaman-rekaman dosa yang pernah dilakukan, atau melihat
berapa dosa yang telah tercacat pada lembar-lembar yang dijaga para malaikat, dan
kembali pada masa di mana dia mampu mencegah dosa itu terjadi, seandainya
ukhti…..
Ah tapi ukhti… ku harap kata
seandainya tidak menjadikan kita kufur, dan merasa dipersulit oleh Dzat Yang
Maha Menyangi Maha Mengasihi…
Sebab semua perandaian itu
telah tertulis dalam Lembar-lembar Suci nan Agung. Lalu kitapun harus meyakini
bahwa alam raya berzikir pada-Nya, menyebut dan mengagungkan asma-Nya.. angin,
batu, mata hari, bulan, atau yang belum pernah kita lihat, senantiasa tunduk
taat pada-Nya, tiada satupun pengingkaran alam pada-Nya, mereka tidak pernah
berhenti. Tidak pernah mengeluh dan membelot seperti yang dilakukan kebanyakan
manusia...
Sebab lewat Lembar-lembar Suci
itu pula kita diberi tahu tentang apa
yang harus kita tinggalkan dan lakukan.. bukankah begitu ukhti?
Lalu di mana letak kesulitan
yang membuat manusia ingkar pada nikmat? Di manakah sebab yang membuat manusia
terombang-ambing dalam kelaparan iman?
Apakah bisik para penyesat?
Atau apa ukhti…
Ukhti… benarkah jika semua itu karena
gumpalan daging yang ada di dalam dada? Bukankah kita bisa mengendalikannya
jika kita berusaha? Lalu siapakah yang bertanggung jawab? Siapakah yang patut
dipersalahkan?
Ukhti, seharusnya aku membuat
kalimat-kalimat penyejuk, tapi yang ku kirim malah kegalauanku akan dosa-dosa.
Apakah aku egois ukhti?
Tidak ukhti, aku tidak ingin
membagi kegalauan itu.. entahlah, barangkali jemariku lebih menyukai hukuman
dari pada pesona keindahan…
Surga itu.. pastilah sangat
indah, melebihi keindahan bidadari yang menghuninya. Tapi ukhti, keganasan azab
api neraka, lebih membekas dalam palung hatiku yang keruh..
Dosakah jika aku seperti ini
ukhti…
Ukhti, aku sungguh ingin
memelukmu pada saat ini.. semoga keanggunan dan kelembutan hatimu menenagkan
gundahku,
Ukhti, bisakah kau membagi
senandung malammu pada ku? Atau maukah kau terus merengkuh ku dalam lingkaran
ukuwah itu?
Ukhti.. ukhti… ukhti… jangan
kau lepas ikatan itu sekalipun aku terlihat mencampakkannya. Karena kata hatiku
lebih berharap kau tampar dari pada menjadi terabaikan..
Sekali lagi ukhti, jangan kau
lepaskan ikatan itu, sebab aku takut akan semakin tersesat…
Ukhti, ketahuilah ukhti, aku
hanyalah benang basah yang minta ditegakkan.. ah semoga tidak seburuk itu..
Ukhti.. ukhti… ukhti… aku
benar-benar tak tahu diri, lebih dari itu, aku memang tak tahu malu telah
mengucapkan permintaan itu.. melihat apa yang pernah aku lakukan ketika tali
ukuwah itu kau ikatkan pada ku. Tidak mengeratkannya, aku justru… ah, bukan
memutus..
Aku memang pembangkang ukhti,
tapi…
Aku mencintaimu layaknya sebuah
saudara ukhti.. ah, aku harap benar adanya, cinta ini adalah cinta karena iman…
cinta dalam lingkaran ukuwah yang mengharap Ridho-Nya…cinta karena ALLAH…
Sekali lagi ukhti.. jangn kau
lepas ikatan itu padaku… aku ingin terus merasakan sentuhan senandung ukuwahmu
(bolehkah aku menyebutnya ukuwah kita?).. bersama-sama melangkah menuju
rahmat-Nya.. menancapkan bendera Islam di seluruh pori-pori alam.. menumpuk
iman dan amal…
Kalimat terakhir dalam surat
ini yang ku harap ukhti mengamininya… semoga dengan ukuwah ini, kelak kita
termasuk ke dalam hamba-hamba yang berhasil menikmati jannah-Nya bersama para
kekasih-Nya.. aamiin…
Salam Ukuwah Fillah,
Wassalamualaikum
Malang, 2014
Galuh
JOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.org