Rabu, 25 Juni 2014

Ukhti....



Teruntuk saudariku, ukhti…. Ukhti…
Bismillahirrahmanirrahim… Assalamualaikum…
Seandanya manusia mampu mendengar apa yang diucapkan setiap rumput yang pernah diinjak, atau setiap angin yang menyentuh kain-kain penutup, atau semut-semut yang seringkali terlihat mengganggu..
Seandainya manusia tahu bagaimana memutar rekaman-rekaman dosa yang pernah dilakukan, atau melihat berapa dosa yang telah tercacat pada lembar-lembar yang dijaga para malaikat, dan kembali pada masa di mana dia mampu mencegah dosa itu terjadi, seandainya ukhti…..
Ah tapi ukhti… ku harap kata seandainya tidak menjadikan kita kufur, dan merasa dipersulit oleh Dzat Yang Maha Menyangi Maha Mengasihi…
Sebab semua perandaian itu telah tertulis dalam Lembar-lembar Suci nan Agung. Lalu kitapun harus meyakini bahwa alam raya berzikir pada-Nya, menyebut dan mengagungkan asma-Nya.. angin, batu, mata hari, bulan, atau yang belum pernah kita lihat, senantiasa tunduk taat pada-Nya, tiada satupun pengingkaran alam pada-Nya, mereka tidak pernah berhenti. Tidak pernah mengeluh dan membelot seperti yang dilakukan kebanyakan manusia...
Sebab lewat Lembar-lembar Suci itu pula kita diberi tahu  tentang apa yang harus kita tinggalkan dan lakukan.. bukankah begitu ukhti?
Lalu di mana letak kesulitan yang membuat manusia ingkar pada nikmat? Di manakah sebab yang membuat manusia terombang-ambing dalam kelaparan iman?
Apakah bisik para penyesat? Atau apa ukhti…
Ukhti… benarkah jika semua itu karena gumpalan daging yang ada di dalam dada? Bukankah kita bisa mengendalikannya jika kita berusaha? Lalu siapakah yang bertanggung jawab? Siapakah yang patut dipersalahkan?
Ukhti, seharusnya aku membuat kalimat-kalimat penyejuk, tapi yang ku kirim malah kegalauanku akan dosa-dosa. Apakah aku egois ukhti?
Tidak ukhti, aku tidak ingin membagi kegalauan itu.. entahlah, barangkali jemariku lebih menyukai hukuman dari pada pesona keindahan…
Surga itu.. pastilah sangat indah, melebihi keindahan bidadari yang menghuninya. Tapi ukhti, keganasan azab api neraka, lebih membekas dalam palung hatiku yang keruh..
Dosakah jika aku seperti ini ukhti…
Ukhti, aku sungguh ingin memelukmu pada saat ini.. semoga keanggunan dan kelembutan hatimu menenagkan gundahku,
Ukhti, bisakah kau membagi senandung malammu pada ku? Atau maukah kau terus merengkuh ku dalam lingkaran ukuwah itu?
Ukhti.. ukhti… ukhti… jangan kau lepas ikatan itu sekalipun aku terlihat mencampakkannya. Karena kata hatiku lebih berharap kau tampar dari pada menjadi terabaikan..
Sekali lagi ukhti, jangan kau lepaskan ikatan itu, sebab aku takut akan semakin tersesat…
Ukhti, ketahuilah ukhti, aku hanyalah benang basah yang minta ditegakkan.. ah semoga tidak seburuk itu..
Ukhti.. ukhti… ukhti… aku benar-benar tak tahu diri, lebih dari itu, aku memang tak tahu malu telah mengucapkan permintaan itu.. melihat apa yang pernah aku lakukan ketika tali ukuwah itu kau ikatkan pada ku. Tidak mengeratkannya, aku justru… ah, bukan memutus..
Aku memang pembangkang ukhti, tapi…
Aku mencintaimu layaknya sebuah saudara ukhti.. ah, aku harap benar adanya, cinta ini adalah cinta karena iman… cinta dalam lingkaran ukuwah yang mengharap Ridho-Nya…cinta karena ALLAH…
Sekali lagi ukhti.. jangn kau lepas ikatan itu padaku… aku ingin terus merasakan sentuhan senandung ukuwahmu (bolehkah aku menyebutnya ukuwah kita?).. bersama-sama melangkah menuju rahmat-Nya.. menancapkan bendera Islam di seluruh pori-pori alam.. menumpuk iman dan amal…
Kalimat terakhir dalam surat ini yang ku harap ukhti mengamininya… semoga dengan ukuwah ini, kelak kita termasuk ke dalam hamba-hamba yang berhasil menikmati jannah-Nya bersama para kekasih-Nya.. aamiin…
Salam Ukuwah Fillah, Wassalamualaikum
Malang, 2014

  Galuh   


  




                                 

1 komentar:

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.org

    BalasHapus