Rabu, 25 Juni 2014

MENJADI ORANG HEBAT HEBAT



 A.    Mengenal Hebat
Seperti yang kita tahu, orang-orang hebat telah muncul sejak dahulu bahkan sebelum di buatnya kalender masehi. Dari para Rosul, pemimpin, ilmuwan, hingga saudagar dan pengusaha. Dengan berbagai hasil yang dibawa, mereka pun menciptakan perubahan tidak hanya pada diri mereka sendiri melainkan pada sekitar bahkan dunia. 
Dalam peradaban Islam, kita mengenal Rasulullah Muahammad SAW. Beliau muncul dan menyelamatkan dunia dari kelaparan moral dan spiritual. Beliau adalah pemimpin teladan yang segala ucaban serta perbuatannya dijadikan teladan umat Islam hingga akhir jaman. Demikian juga dalam dunia informatika, kita mengenal orang hebat seperti Larry Page dan Sergey Brin pemiliki mesin penjelajah paling terkenal google, Mark Zuckerberg pemilik jejaringan social fenomenal Face book dan lainnya. Dalam dunia ilmuwan kita mengenal Albert Enstein, James Watt dan masih banyak lagi. Selanjutnya, dalam dunia bisnis kita mengenal Bill Gates yang dinobatkan sebagai the youngest rich man atau Warren Buffet pengusaha kelahiran Omaha yang mengawali aktivitas bisnisnya sebelum usianya mencapai 16 tahun.
Orang-orang tersebut hanyalah cuplikan kecil dari daftar orang-orang hebat yang di kenal dunia, mereka bermunculan membawa keahlian masing-masing yang dapat dirasakan manfaatnya. Banyak orang bilang bahwa, tidak ada manusia yang sempurna, hal tersebut memang benar adanya, karena sesuai dengan uraian -uraian sebelumnya bahwa mereka tidak hebat pada semua bidang, hanya saja pada bidang tertentu mereka berhasil melampaui orang lain.
Lalu, apakah hebat itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hebat adalah melampaui, amat sangat dan seterusnya.
 Dari uraian-uraian  tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa orang hebat adalah orang yang malampaui orang lain baik itu dalam melakukan, menghasilkan ataupun memberikan sesuatu.

B.     Mengapa Harus Menjadi Hebat?
Kadang kita mendengar seseorang berkata “dalam hidup kita hanya perlu menjadi orang baik yang tidak mengganggu orang lain”. Sebagai seorang yang beriman dan berilmu, kita tidak boleh mengamini pernyataan tersebut. Kita harus ingat bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah untuk menjadi kholifah dimuka bumi. Itu berarti, manusia memiliki kewajiban menjalankan visi, misi dalam kehidupannya serta memberikan manfaat kepada dunia.
Manusia diciptakan dalam keadaan sempurna melebihi makhluk-makhluk Tuhan yang lain. Sejuta kenikmatan telah Tuhan hadirkan untuk manusia. Burung merpati yang bisa terbang tinggi, pohon-pohon yang menghasilkan buah kehidupan, ikan-ikan yang berenang indah di lautan, air yang mengalir, udara yang bebas berhembus, pemandangan matahari terbenam yang indah, pantai yang biasa kita gunakan untuk berlibur, semua itu adalah makhluk Tuhan, dan semua itu Tuhan tundukkan untuk kehidupan manusia. Alangkah tidak bersyukurnya kalau kita tidak punya usaha untuk menuju manusia hebat! Sekali lagi, bukankah Tuhan telah menyediakan semua alat yang kita butuhkan untuk menuju hebat?  Untuk itu tidak ada alasan lagi untuk tidak menjadikan Hebat sebagai sebuah visi.
Tuhan tidak pernah menyarankan kita untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja, yang mana keberadaannya tidak dirasa oleh dunia atau minimal oleh orang sekitarnya. Jika lumba-lumba saja bisa menyelamatkan orang-orang yang tenggelam di lautan, kita sebagai makhluk yang paling berpotensi untuk menjadi hebat, apakah rela jika kalah dari mereka?
Hebat itu memberikan manfaat. Dengan kehebatan kita bisa membantu banyak orang. Bayangkan jika tidak ada orang hebat seperti Thomas Alva Edison, mungkin sampai saat ini kita tidak bisa merasakan indahnya gemerlap cahaya lampu di kota, menyalakan lilin yang sangat tidak praktis sebagai alat bantu penerangan. Atau banyangkan jika Alexander Graham bell tidak menemukan mesin telephon, kita mungkin harus mengarungi lautan untuk menghubungi seseorang yang ada di belahan bumi lain, atau menunggu lama untuk tahu bagaiman kabar sahabat kita yang ada di luar kota. kita patut berterimakasih kepada para penemu. Dan yang lebih penting tapi sering kita lupakan adalah kita lupa berterimakasih pada para pengusaha. Kenapa kita harus berterimasih pada manusia profit oriented itu? Sebab, tanpa para pengusaha yang memproduksi lampu, atau alat telekomunikasi dan yang lainnya, sekalipun penemuan tersebut telah ditemukan kita tetap tidak bisa menggunakannya, bukan?
Hebat itu berkah. Ketika kita memberikan manfaat kepada sesama atau alam, maka kita telah berbuat baik, jika kita melakukannya dengan ikhlas, tulus karena Tuhan, maka hal tersebut akan menjadi penambah cacatan amal kita di sisi-Nya dan kita pun harus menyakini bahwa Tuhan tidak akan mengabaikan setiap yang dilakukan hamba-Nya walaupun hanya sebesar biji Zahrah. Dan bukan tidak mungkin pula kita akan merasakan berkah tersebut di dunia.
Menjadi hebat itu menyenangkan. menyenangkan di sini bukan karena terlihat hebatnya tapi ketika melihat orang lain bahagia dengan manfaat dari yang kita lakukan. Manusia normal akan merasa bahagia melihat orang-orang bahagia, apa lagi jika orang tersebut yang menciptakan kebahagiaan itu. Maka hebat itu bukan sesuatu yang hanya dirasakan oleh diri sendiri, jangan pernah mengaku hebat jika untuk diri sendiri, tidak bermanfaat untuk orang lain.
Setelah mengetahui beberapa alasan mengapa harus hebat. Mungkin dalam hati terbesit pertanyaan “bagaimana jika kita sudah melakukan hal-hal hebat, tapi tetap dianggap biasa-biasa saja?”. Memang beberapa orang mengatakan bahwa, dihormati dan dihargai adalah salah satu ciri manusia hebat.  Pernyataan tersebut tidak salah, yang perlu diluruskan adalah  kita tidak harus muncul kepermukaan untuk menyalurkan manfaat tersebut. Misalnya tokoh fiktif Spiderman yang merahasiakan identitas sebenarnya, namun meskipun demikian dia tetap dihargai dan dihormati banyak orang. Jadi jangan kawatir akan angapan dari beberapa orang yang tidak mengindahkan apa yang kita lakukan, karena akan ada orang lain yang mau menghargai. Bagaimanapun kita harus ingat bahwa setiap orang memiliki hak untuk membenci, mencaci, mengina, atau meremehkan.  Yang terpenting adalah, kita jangan sampai seperti itu.
Dan “ingin dilihat” itu bukanlah termasuk sifat orang hebat.  jika dalam melakukan sesuatu kita selalu memikirkan apa yang akan dipikirkan orang lain, maka kita bukannya mendekati pintu hebat justru malah mejauh dari pintu itu. Kita akan semakin ragu untuk berkeputusan karena kawatir akan penilaian orang. Rasul saja, yang kita yakini  sebagai kekasih Tuhan masih memiliki musuh dan banyak yang membenci, bukan? Namun jangan kawatir, ketika apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang baik, maka ketika ada yang memebnci, pasti akan ada pula yang menyukai. Maka buang jauh-jauh kata-kata “jangan-jangan, nanti kalau… dst”
C.    Cara Menjadi Hebat
Tidak perlu repot-repot melihat jauh ke luar negri, Indonesia juga memiliki banyak orang hebat misalnya Chairul Tanjung dan DR. (HC) Ir. Ciputra. Perlu ditekankah bahwa mengenal orang-orang hebat memanglah perlu, tapi belajar dari apa yang mereka lakukan untuk menuju hebat adalah cerdas dan hebat. Belajar tersebut bukan hanya membaca pengalaman hidup atau biografinya saja, lebih penting dari itu, kita harus do! Untuk apa hanya tahu, kalau tidak dilakukan? Tahu saja tidak akan mengubah kita menjadi orang hebat, bukan?
Kesuksesan mereka tidak lepas dari rintangan jatuh bangun serta pro kontra dari lingkungan. Meraka dibilang hebat karena mereka mampu atau berhasil dalam tujuannya, dan dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak. Rintangan itu anugrah untuk kita, karena kita masih di sayangi oleh Tuhan dan diberi pelajaran agar menjadi lebih kuat. Ketika kita ingin sukses bukan segala cara menjadi halal, tapi bagaimana kita mencari jalan terbaik melewati rintangan itu sendiri dan berani mengambil resiko tanpa melupakan posisi kita sebagai hamba Tuhan. Belajar bijaksana dengan memilih jawaban dan mengambil resiko dari langkah kita.
1.      Mengubah Paradigma
Orang hebat pada dasarnya adalah manusia biasa, namun mereka meliki suatu pembeda yang mengantarkannya pada pintu hebat. Berikut adalah cara pandang yang dimiliki oleh orang-orang hebat:
a.       Selalu Berkata Bahwa Masalah Bukanlah Penghalang
Tidak ada satupun manusia yang tidak memiliki masalah. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. ketika kita sudah menempatkan masalah sebagai suatu yang besar, tubuh dan pikiran kita akan merasa tidak mampu untuk menghadapinya. Untuk itu, kita harus selalu berkata “Masalah, saya jauh lebih besar dari pada anda, jangan pernah berfikir untuk menghalangi saya! Apa lagi mengalahkan saya!”.
Orang gagal menjadikan masalah sebagai alasan untuk berhenti. Mereka berkata bahwa sukses dan hebat hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Padahal pintu hebat selalu terbuka untuk orang yang sungguh-sungguh ingin memasukinya, tidak peduli miskin ataupun kaya, cantik ataupun jelek, cacat ataupun sempurna. Pintu selalu menyapa kita seperti yang telah dilakukannya pada Oprah Winfrey, pembawa acara terkenal Amerika Seriat.
Oprah Winfrey terlahir dari pasangan yang tidak terikat pernikahan. Sehingga ia tumbuh dibawah asuhan neneknya yang berprofesi sebagai buruh cuci pakaian. Meski tumbuh ditengah kemiskinan, Oprah selalu berusaha keras untuk mrnjadi wanita terkenal yang kaya. Dalam benaknya ia tidak mau bernasib seperti neneknya. Pada usia Sembilan tahun, Oprah mengalami pemerkosaan yang dilakukan sepupunya dan serangkaian kejahatan yang dilakukan oleh kerabatnya.
Oprah berkata bahwa semua peristiwa pahit yang ia alami semasa kecilnya telah menjadi pendorong sikap empati yang ada pada dirinya terhadap  orang lain seperti yang dapat kita lihat di program acara Oprah Winfrey show yang sangat terkenal itu. (Udhaidan: 2012).
b.      Semangat Yang Tinggi
Sebagai manusia yang tidak mungkin tidak mengalami permasalahan, kita saatnya berfikir bahwa masalah adalah jalan menuju sukses. Mendapatkan banyak masalah berarti mendapatkan bayak ujian atau soal yang perlu diselesaikan. Seperti halnya mengerjakan soal matematika, semakin kita terbiasa berlatih mengerjakan soal-soal, semakin kita siap menghadapi ujian selanjutnya.
Dalam bukunya yang berjudul Ciputra Quantum Leap 2, DR. (HC) Ir. Ciputra (2011) menceritakan bahwa kesuksesan yang saat ini telah beliau raih sangatlah kontras dengan apa yang terjadi pada masa kecilnya. Ketika beliau berusia 12 tahun, ayah tercinta ditangkap dan dipenjarakan tentara jepang dengan tuduhan sebagai mata-mata Belanda, hingga akhirnya sang ayah wafat dalam sebuah penjara di Manado. Selain kehilangan ayah tercinta, belaiu juga kehilangan toko kelontong sebagai sumber pengasilan. Kemudian beliau beserta sang Ibu berhijrah ke desa kecil Pepaya, kehidupannya menjadi miskin.
Meskipun beliau telah kehilangan harta serta ayah tercinta, beliau tetap bersyukur kepada Tuhan sebab, beliau tidak kehilangan semangat hidup. Kemudian dengan segala kegigihan dan usaha yang dilakukan, dari berburu binatang, dan bertani hingga berjalan tujuh kolo meter setiap berangkat sekolah tanpa alas kaki, akhirnya beliau bisa menjadi seorang hebat seperti saat ini.
Beliau adalah pendiri dan pemegang saham dari Jaya Group, metropolitan group, ciputra group, majalah tempo, dan harian bisnis Indonesia, beliau mendirikan lebih dari 10 yayasan social, pendididkan dan olah raga. Sepanjang kariernya, beliau telah meraih berbagai penghargaan baik di dalam maupun luar negri. Pada tanggal 28 November 2007, beliau telah terpilih menjadi Indonesia Ernst & Young Of The Years 2007 yang merupakan penghargaan dari sebuah perusahaan konsultan akunying dan bisnis di dunia dengan reputasi terhormat  Ernst & Young.
c.       Tidak Pernah Merasa Pintar
Kita tentu tidak asing dengan kata-kata bijak Steve Job “ stay foolish, stay hungry”. Kata-kata tersebut bukanlah gurauan tanpa makna. Seperti yang sering kita dengar, bahwa ilmu adalah salah satu bekal yang perlu kita persiapkan untuk menuju hebat. Bagaiman kita menjadi hebat jika kita tidak mempunyai ilmu?
Paradigm lama beranggapan bahwa ilmu diperoleh melalui jalan formal seperti sekolah ataupun kuliah. Paradigma seperti ini yang akhirnya membuat orang-orang berlomba-lomba untuk bisa belajar di sekolah atau kampus favorit. Memang, untuk menjadi hebat kita perlu lingkungan yang mendukung untuk itu, tetapi bukan berarti kita harus tinggal selama mungkin di dalam perpustakaan untuk menyerap isi buku. Memiliki nilai yang fantastik memanglah sesuatu yang menyenagkan, tetapi bukan berarti itu merupakan penentu kesuksesan.
Dalam tulisanya yang termuat pada harian Jawa Pos, Renald kasali mengungkapkan bahwa manusia memiliki dua jenis midset, yaitu growth mindset dan fixed mindset. Orang-orang yang memiliki settingan pikiran tetap (fixed mindsed) cenderung sangat mementingkan ijazah dan gelar sekolah, sedangkan mereka yang tumbuh (growth mindset) tetap menganggap diri mereka “bodoh”. Bagi mereka, ijazah dan IPK hanya langkah kemarin, sedangkan masa depan adalah soal impact apa yang bisa Anda berikan atau lahirkan. (Adesta, 2013)
Beberapa orang ber IPK tinggi, seringali merasa telah menggenggam kunci hebat. Mereka lebih tertarik belajar, menyelam dalam buku atau berlatih mengerjakan soal-soal. Hingga bangga akan prestasi yang diraih sebab hanya segelintir orang yang mampu seperti mereka. Orang seperti ini memiliki tingkat arogansi yang tinggi dan kurang percaya akan kemampuan orang lain yang akhirnya berdampak pada melemahnya kemampuan dalam mengelola team. Bahayanya lagi, orang seperti ini tidak tanggap akan adanya pesaing. Karena sudah merasa hebat mereka berfikir tidak ada yang bisa menyaingi.
Selain itu, kita sering menjumpai kisah orang sukses yang memilki latar belakang prestasi akademik yang kurang memuaskan. Itu berarti ada faktor lain yang menentukan kesuksesan selain nilai akademik. Perlu diketahui atau diingatkan kembali bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya di kampus. Kita bisa belajar denagn mengikuti komunitas-komunitas, bahkan kita bisa belajar dari apa yang dihadapi orang lain.
Ketika tetangga kita mengalami kebangkrutan dalam bisnisnya, sering kali kita berkata “saya tidak ingin ikut campur urusan mereka”. Dengan sikap demikian, tanpa kita sadari kita telah melewatkan satu pelajaran penting tentang bagaimana mempertahankan bisnis agar tetap survive. Sehingga lebih baik kita mencari tahu penyebabnya, menganalisis dan berusahaan memecahkan masalah.
d.      Berfikir Bahwa Uang Bukanlah Segalanya
Banyak orang berfikir bahwa sukses dan hebat adalah menjadi kaya, di kenal banyak orang dan disegani. Sehingga tidak mengeherankan jika kebanyakan orang berkata “saya ingin menjadi wirausaha agar cepat kaya”. Anggapan tersebut tidak seepnuhnya keliru, karena sebesar-besarnya gaji yang diterima dari tangan orang lain, tetap saja artinya adalah menggantungkan diri pada orang lain. Bukankah akan lebih menyenangkan jika kita mampu menggaji diri sendiri serta orang lain?
Namun, bukan itu yang terpenting. Sebab, kekayaan yang tidak dipondasi dengan integritas tidak akan bertahan lama. Banyak orang kaya yang berakhir dalam penjara dan cemooh masyarakat karena tidak mampu membangun integritas. Membangun integritas dimulai dari membiasakan diri untuk jujur dalam berbicara, menepati setiap janji yang dibuat, bertanggung jawab pada setiap tugas, amanah, lapang ketika mendapat kritik, terbuka, tidak berhianat dan peduli pada sekitar. Begitu integritas terbangun dalam diri, maka orang-orang semakin percaya sehingga pintu rizki akan lebih terbuka. Kepercayaan (trust) merupakan elemen vital yang harus dimiliki untuk menjadi orang hebat, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak menjadi orang hebat seseorang yang tidak dapat dipercaya. Setelah kita mendapatkan kepercayaan dan tempat baik di hati masyarakat serta pintu rizki terbuka. Selaunjutkan adalah memikirkan bagaiman kita memberikan feedback atas kepercayaan tersebut dan jangan pernah bertanya atu berfikir “berapa uang yang akan saya dapat jika saya berbuat baik”. Yakinlah akan kompensasi yang jauh lebih besar dari itu.
Salah satu ciri hebat adalah mampu meningkatkan potensi yang dimiliki serta memanfaatkan potensi tersebut untuk menggali potensi-potensi masyarakat lingkungan tanpa harus memperlihatkan keberadaannya.
e.       Tidak Menggantungkan Diri Dan Hidup Pada Orang Lain
Sebagai makhluk social kita memang tidak mungkin mampu hidup sendiri. Bahkan menuju sukses atau hebat, kita pasti memerlukan orang lain, entah itu sebagai orang yang berkerja dengan kita, orang yang bekerja untuk kita, atau orang mejadi motivasi kita untuk menjadi hebat. seperti halnya pengusaha hebat, mereka memerlukan para karyawannya, konsumennya, distributornya atau bahkan para investor untuk menopang biaya dalam menjalankan bisnisnya. Namun apakah mereka menggantungkan diri dan hidup mereka poada orang lain?
Tidak! Justru orang lain yang menggantungkan hidup pada mereka. Karyawan mereka hidup dengan gaji yang diperoleh karena bekerja ditempat para pengusaha. Jika karyawan satu lepas, masih ada orang yang mengantre untuk menjadi bagian dari perusahaan, beda halnya dengan karyawan, jika perusahaan likuidasi, maka dia harus berlarin menjadi pelamar kerja.
Menjadi hebat, bukan tidak boleh menjadi karyawan dan bekerja untuk orang lain. Tapi jangan menjadikan hal tersebut sebagi satu-satunya sumber kehidupan. Seperti halnya diversifikasi dalam portofolio, dalam hidup pun juga diperlukan diversifikasi, sebab orang hebat harus antisipatif terhadap risiko hidup. Kita harus menyiapkan cadangan agar ketika sewaktu-waktu dipecat, kita masih punya sumber kehidupan lain.
Tidak hanya itu, seorang yang hebat memilih pekerjaan sebagai tempat pengabdian. Seorang PNS misalnya guru yang memilki back ground wirausaha sukses tentu akan lebih ikhlas dalam mengajar, dia tidak peduli ketika gaji terlambat turun, tidak tertarik dengan praktik korupsi, sebab dia kaya dan punya pengahasilan di luar itu (normalnya).
Untuk itu, hebat identik dengan kaya, dan jalan meuju kaya yang paling indah adalah dengan menjadi wirausaha!
2.      Membentuk Karakter orang hebat
Selain memilki pandangan yang berbeda, seorang hebat memiliki karakteristik yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa. Thomas Alva Edison misalnya, selain beliau adalah seorang penemu produktif, beliau ternyata juga seorang bisnisman yang visioner, untuk itu, kita perlu belajar darinya. Berikut adalah 5 karakter hebat Thomas Alva Edison:

a.       Selalu Ingin Tahu

Edison memiliki rasa ingin tahu yang besar pada hal-hal teknis. Dia ingin menguasai keterampilan teknis dan teknologi baru. Dia merasa tertantang untuk menciptakan perangkat atau memperbaiki perangkat yang sudah ada. Rasa ingin tahu yang tak pernah puas membawanya ke bidang-bidang lainnya. Mulai dari metalurgi ke plastik hingga akhirnya sukses dengan bola lampu listrik, rekaman suara, dan ratusan penemuan lainnya. Edison memiliki kemampuan unik yaitu mampu memandang masalah dari beberapa sisi. Mencari perspektif yang berbeda di luar “kebiasaan” menjadi kuncinya untuk menemukan jalan dari rasa keingintahuannya.

b.      Teliti Dalam Karyanya

Edison teliti dalam setiap perencanaan. Dia akan membuat gambar dengan hati-hati pada setiap ide dan penemuannya. Dia juga menyimpan catatan yang rinci mengenai usaha dan bisnisnya. Bahkan saat dia berumur 20 tahun, Edison sudah menulisnya dalam buku catatan tentang perkembangan dari setiap eksperimennya. Tidak salah jika Edison dianggap sebagai orang yang sangat rajin.

c.       Ambisius dan Pekerja Keras

Edison dikenal memilik etos kerja yang tinggi. Dia mampu berkonsentrasi secara intens selama berjam-jam untuk mencapai suatu tujuan atau menyelesaikan masalah. Edison sering kali tidur pada siang hari, sehingga dia dapat menghabiskan waktu berjam-jam di laboratorium. Istri pertamanya pun jarang melihatnya dirumah. Dia seringkali terlibat dalam empat atau lima proyek yang sedang berlangsung sekaligus. Bahkan pada usia 65 tahun Edison, masih sempat bekerja 112 jam dalam seminggu.
Quote Edison yang sangat terkenal:
“Genius is 1% inspiration and 99% perspiration”- T.A. Edison

d.      Bisnisman Yang Visioner

Entrepreneurial spirit yang dimiliki Edison mampu mengantarkan beliau menjadi seorang bisnisman yang visioner. Dia selalu merasa tertantang pada dunia baru dan berjuang untuk menaklukkannya. Dengan sense of business yang kuat, Edison mampu menangkap peluang bisnis dengan cara melihat apa yang sedang dibutuhkan orang. Kemudian berupaya menciptakan sesuatu untuk menyediakannya. Dia melihat bahwa masa depan dunia berada pada teknologi baru. Karena itulah dia terus menciptakan teknologi-teknologi baru pada jamannya dan berusaha memperbaiki pada setiap penemuannya.

e.       Kemampuan Persuasif

Salah satu karakter hebat dari Edison adalah bahwa ia mampu mengatur dan meyakinkan orang lain bekerja untuknya. Dia memiliki banyak orang-orang jenius dalam timnya yang benar-benar didedikasikan untuk cita-citanya. Orang-orang dalam timnya selalu mendukung proyek-proyeknya. Ini adalah strategi utamanya dalam mengembangkan ide. Menyewa insinyur dan ilmuwan terbaik untuk dirangkul agar mau bekerja dengannya. Dia sangat terorganisir dengan metode ini. Agar proyeknya terus berkembang, dia juga lihai mencari publisitas. Hal ini bertujuan agar dalam setiap proyek-proyeknya tetap mendapatkan dukungan finansial. Misalnya, ketika dia punya penemuan baru, ia akan hadir ke tempat-tempat umum. Agar menarik perhatian dan mendapatkan publisitas yang maksimal, Edison akan melakukan presentasi yang memukau dan melakukan demo langsung untuk menampilkan penemuannya. Dengan begitu dia akan masuk di halaman depan koran mengenai penemuannya
3.      Mengubah Kebiasaan
Sedikit banyak kita telah mengingat kembali contoh dari orang-orang hebat, kita juga sudah mengetahui sedikit tentang alasan serta pandangan berfikir menuju hebat. Pertanyaan yang muncul selanjutnya dan merupakan yang peling penting dari pembahasan ini adalah bagaimana untuk menjadi hebat? apakah orang-orang yang sekian tahun hanya menjadi orang-orang biasa seperti kita bisa menjadi hebat? ketika pikiran kita sibuk dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka apakah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Adil hanya memberi kesempatan hebat pada orang-orang hebat itu saja?
Sekali lagi, Tuhan Maha Adil. Tuhan pasti memberikan peluang serta kesempatan yang sama pada setiap umat manusia untuk menjadi hebat, tidak hanya kepada Tomas Alpha Edisson, Bill Gates, Warren buffet atau orang-orang hebat lainnya. Masalah ada orang-orang yang terpuruk dan gagal, itu tergantung pada usaha dan doa mereka! Jadi jangan salahkan Tuhan karena Tuhan tidak mengubah keadaan suatu makhluk jika makhluk tersebut tidak berusaha untuk mengubahnya sendiri. Berikut adalah langkah-langkah membentuk kebiasaan menuju hebat:
1.      Hebat itu berawal dari hal kecil
Seperti yang kita tahu, bahwa hebat itu ada yang by design dan by incident. Hebat yang by incident  sudah kita bahas sekilas misalnya melaui masalah seperti pada cerita Quantum Leap Bpk Ciputra, meskipun kesuksesan beliau tidak sepenuhnya by sincident.
Selanjutnya adalah hebat by design. Untuk kita yang saat ini masih berada pada zona nyaman, seringkali kita terlena dengan zona tersebut. kita jadi tidak antisipatif terhadap risiko, dan cenderung menggantungkan hidup kita pada sesuatu yang membuat nyaman tersebut misalnya aliran uang saku dari orang tua atau menggantungkan hidup kita pada kekayaan pasangan atau keluarga. Maka untuk mendesain diri kita menjadi hebat, kita harus rela mebuat diri kita tidak nyaman.
Kita bisa memulainya dari hal kecil seperti berusaha untuk tidak menggunakan uang saku dari orang tua tersebut untuk menopang kebutuhan kita selama kuliah atau sekolah. Sebagai gantinya, kita mencari cara bagaimana untuk bisa mencukupi kebutuhan kuliah. Cara tersebut bisa dengan bekerja atau berwirausaha.
Bekerja dapat membentuk kita menjadi orang hebat, karena ketika menjadi bawahan, kita akan merasakan bagaiman rasanya diperintah atasan, bagaiman bertahan dalam tekanan, bagaiman rasanya dimaki dan dibentak, kita bisa lebih pandai memanajemen waktu, bahkan kita juga merasakan bagaiman caranya mengejar target. Selanjutnya, apa yang kita dapatkan selam kita bekerja, bisa kita gunakan untuk berjuang di kehidupan kita yang sesungguhnya, ketika kita tidak lagi mendapatkan aliran dana dari orang tua.  Tidak hanya itu, pengalaman tersebut bisa kita jadikan buku kehidupan ketika pada saatnya nanti kita menjadi pengusahanya. Jika pada saat kita bekerja kita tidak suka dilakukan secara semena-mena oleh atasan maka kita harus memperlakukan karyawan kita dengan baik.
Berlatih menjadi wirausaha bisa tidak harus dengan modal yang besar. Kita bisa melatih diri dengan menjual barang dagangan yang ringan. Saat berjualan, kita sudah pasti harus berusaha menawarkan produk kita pada konsumen, dengan demikian secara tidak langsung kita telah mendorong diri kita untuk mengabaikan rasa gengsi dan malu, dua hal yang harus kita buang jauh-jauh untuk menadi hebat. banyak cara untuk berwirausaha, contoh tersebut hanya hal yang paling ringan yang bisa dilakukan ketika kita masih menjadi seorang pelajar.
2.      Melawan Malas
Selain gengsi dan malu, ada hal lain yang berbahaya dan harus dibuang, segera. Yaitu rasa malas. Ketiga hal tersebut adalah hal paling berbahaya yang membuat kita jauh dari pintu garis hebat. dengan malas kita tidak akan memeperoleh apa-apa kecuali penyesalan. Misalnya seseorang menawari kita untuk bekerja sama dalam sebuah bisnis. Karena pada saat itu kita sedang asik tiduran sambil nonton acara TV favorit, maka kita menolak ajakan tersebut.  ketika kita mendengar kabar bahwa bisnis yang kita tolak tadi mencapai kegemilangan, apakah kita tidak menyesal?
 Maka dari itu, kita harus melawannya, atau sesegera mungkin bisa membuang atau membunuh rasa malas. Cara yang paling efektif adalah menjadikan rajin sebagai sebuah kebiasaan.
Kita mulai dari hal paling awal yang kita lakukan setiap hari, yaitu bangun tidur. Jika awalnya kita bagun pada jam 5, kita harus mengubah kebiasaan tersebut. mungkin memang sulit untuk mengubahnya, sebab kita terbiasa melakukan hal tersebut selama bertahun-tahun. kita bisa memasang alarm pada jam tiga dengan folume yang bisa membuat kita segera bangun.
Kemudian, setelah bangun pagi pada pukul 3, bisakan diri kita untuk melakukan kegiatan prduktif mulai dari kita bangun. Misalnya, salat malam setelah mandi pagi untuk yang muslim, kemudian membuat sarapan dan bersih-bersih. Setelah semuanya beres, kita bisa membuat kegiatan produktif lain seperti membaca buku atau menyimak berita sebelum berangkat kuliah. Pada siang harinya ketika tidak ada kuliah, kita bisa mencari pekerjaan yang fleksibel.
Jika kita melakukan hal-hal tersebut secara berlangsung dan istiqomah, maka otak kita akan menerima hal tersebut sebagai sebuah kebiasaan atau habit baru. Bukan tidak mungkin kita akan menjalani hal tersebut sama ringannya dengan tiduran sambil nonton TV.
Selain kedua hal tersebut, banyak hal yang dilakukan orang-orang hebat. misalnya 5 Kunci Sukses Ala Dr. Rhenald Kasali yang kami ambil dari sebuah blog, UCEO (Universitas Ciputra Entrepreneurship Online), 2013:
1.      Kejar Reputasi dahulu.
Banyak orang yang memilih menjadi wirausaha karena ia bermimpi menjadi orang kaya. Sebesar-besarnya gaji yang Anda terima sebagai orang gajian, nasib mungkin saja akan berubah kalau Anda menjadi bos bagi diri sendiri. Tetapi wirausaha sesungguhnya tahu persis bahwa mimpi mereka harus realistis, tidak boleh berlebihan. Mereka yang mengejar order sebesar-besarnya, sikut sana sikut sini, kalau mengejar modal dari bank feasibility study dibuat semanis mungkin, bukan untuk menunjukan prospek bisnisnya melainkan untuk meng-gol-kan modal tersebut. Kalau modal didapat, mobil baru bertambah. Cara berpikir yang salah ini akan membuat Anda serba salah. Kalau Anda mau menjadi wirausaha sejati ingatlah ini: Mulailah dengan reputasi. Bagaimana memulainya? Begini, jangan kejar uangnya, tetapi bangunlah nama baik, keahlian, kepercayaan, kualitas, jaringan dan harga diri. Begitu Anda dikenal dalam bidang usaha Anda, uang akan datang mengejar Anda.
2.      Tumbuh dari bawah.
Bisnis yang baik tidak pernah tiba-tiba besar. Jika ini terjadi, biasanya fondasi bisnisnya tidak kuat. Pemiliknya atau profesional manager tidak terbiasa mengatasi persoalan yang muncul pada perjalanan bisnisnya. Jika dari bawah, masa sebelum menjadi besar bisa dianggap sebagai masa belajar.
3.      Konsentrasi pada bisnis yang dikuasai.
Para Entrepreneur tersebut memulai bisnisnya dari bidang yang dikuasainya betul. Bidang yang dikuasai bisa saja berasal dari bangku sekolah, pengalaman kerja, atau cuma berawal dari sekedar hobi. Saya belum pernah mendengar kisah sukses entrepreneur yang berada dalam bidang yang tidak ia kuasai sama sekali. Bahkan penguasaan produk menjadi syarat mutlak untuk maju.
4.      Anti Kerumunan.
Entrepreneur Indonesia banyak yang latah. Bila melihat orang sukses bisnis kafe, lalu yang lain ikut-ikutan berbisnis kafe juga. Demikian pula dengan bisnis peternakan lele, pertanian cabe, foto kopi, biro iklan, media cetak bahkan politisi membuat parpol tanpa basis massa. Bila dipastikan, hampir semua pengekor ini tidak memiliki kesuksesan yang lama. Bahkan saat gagal menjadi gunjingan tetangga dan masyarakat. Tidak jarang pula hutang mereka tidak dapat dikembalikan. Bisnis yang diawali dengan mengkopi kesuksesan orang lain dan masuk kekerumunan sangat berbahaya. Dalam kerumunan Anda akan sulit bernafas, sulit keluar dan kemungkinan babak belur sangat besar. Karenanya, masuklah ke bidang yang belum disentuh Entrepreneur dan diperhatikan banyak orang. Ketika Radityawarman Coleman memulai bisnisnya belum banyak yang berpikir bahwa menguras WC bisa menghasilkan uang yang banyak jika dikelola dengan baik. Setelah 20 tahun menekuni bidang ini, mungkin ia adalah salah satu pemain terbesar di bidang ini.
5.      Modal hanyalah pelengkap.
Dalam berbisnis, modal uang jelas bukan segalanya. Keahlian Anda, jaringan, nama baik, penguasaan teknologi, pengetahuan mengenai pasar, adalah modal yang sama pentingnya dengan uang. Orang-orang sukses tidak melulu memulai usahanya dengan modal bank. Ssaya hampir tak pernah mendengar satu pun bank yang punya policy memberikan modal uang kepada pengusaha yang tak punya usaha yang jelas sama sekali. Prinsip permodalan perbankan mengatakan, modal uang hanyalah pelengkap. Bankir yang cerdik tentu bisa membedakan mana nasabah yang baik dan yang bukan. Nasabah tidak akan membangun usahanya seratus persen dari modal bank.

D.    Hebat Adalah Menjadi Wirausaha
Mengapa hebat harus menjadi wirausaha? Bukan ilmuwan, professor atau presiden? Wirausaha memiliki kelebihan jika dibanding dengan jenis profesi hebat lainnya. dengan menjadi wirausaha, berarti kita tidak mengambil jatah lapangan pekerjaan untuk kita menjadi tenaga kerja, kita justru memberikan jatah tersebut kepada orang lain, otomatis kita telah menyelamatkan satu pengangguran. Selain itu wirausaha sukses tentu memilki karyawan yang bekerja untuknya, dengan demikian kita tidak hanya menolong satu pengangguran malaiankan beberapa tergantung berapa besar kapasitas perusahaan kita.
Seorang penemu disebut hebat ketika apa yang ditemukannya memberikan manfaat. Namun, mereka akan menjadi lebih hebat jika mereka menjadi pengusaha karena penemuannya tersebut seperti yang dilakukan Bill Gates. Seandainya dia hanya menemukan Microsoff tanpa menjadikan penemuannya sebagai produk bisnisnya sendiri, mungkin dia tidak akan menjadi sekeya sekarang ini. Sederhananya dia hanya akan menjadi seorang tenaga ahli yang digaji orang lain. Dengan perusahaanya, sekarang dia mampu memperkerjakan banyak orang, memberikan manfaat pada semua orang yang menggubakan produknya. Bahakan dia menjadi motivasi sendiri bagi orang-orang yang mau belajar dari pengalamannya hingga dia mencapai kesuksesan.
Selain itu menjadi wirausaha juga membanggakan, tidak peduli sebagai pemilik franchise local atau perusahaan besar mendunia. Dengan memiliki usaha sendiri, orang-orang terdekat akan bahgia dan bangga. Pasangan akan nyaman karena tidak kawatir adanya PHK, kita bisa melihat wajah berseri0seri karyawan kita ketika menerima gaji, orang tua kita pun akan bangga karena anaknya mampu menolong orang lain. Selain itu, anak-anak kita nanti juga bukan tidak meungkin akan mewarisi hobi berwirausaha kareana lingkungan wirausaha yang dibentuk dari keluarga wirausaha.
Kepada Negara, selain menciptakan lapangan pekerjaan, pengusaha juga menyumbang pajak yang tidak sedikit. Yang natinya pajak tersebut digunakan untuk mebiayai penelitian pada ilmuwan, menggaji professor, bahkan menggaji presiden. Selain itu, pengusaha hebat akan menyumbangkan pengasilannya untuk membangun infrastruktur Negara, seperti jalan, sarana pendidikan maupun sarana kesehatan dll.

SUMBER
Udhaidan al Salwa, 2012, Jangan Menyerah, Republika, Jakarta
Ciputra & tanan, Antonius. 2011. Ciputra Quantum Leap 2. Jakarta. PT Elek Media Komputindo
Mahendra, Zaini. Belajar Dari Karakter Hebat Thomas Alva Edison.(online). (http://www.5fakta.com/headlines/963/karakter-hebat-thomas-alva-edison/), diakses 20 April 2014.
Entrepreneurship Education Without Boundaries. 5 Kunci Sukses Ala Dr. Rhenald Kasali. (online), (http_), Diakses  20 April 2014




                                                                                                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar