Pengenalan
Informasi adanya suatu peristiwa tertentu dapat mempengaruhi
masyarakat dalam bersikap. Pada prinsipnya, suatu informasi yang membawa kabar
baik (good news) akan membuat
seseorang lebih rasional, sebaliknya informasi yang membawa kabar buruk (bad news) akan memicu irasional, karena
hilangnya ketenangan. Krisis keuangan tidak bisa dihilangkan potensinya,
tetapi hanya bisa ditekan, sedangkan kepanikan hanya akan memperparah keadaan. Aktivitas suatu sector
perekonomian tidak terlepas dari sector-sektor perekonomian lainnya, sehingga
kebijakan yang berkaitan langsung dengan sector tersebut akan berimbas pada
perekonomian secara makro (Setyawan, 2006).
Instanbilitas
dan krisis
Fluktiasi merupakan hal yang
biasa dan tidak perlu ditakuti. Masalahnya, fluktuasi yang tajam menimbulkan
kepanikan dan akan memicu ketidak rasionalan (mulai mengandalkan naluri) dalam
berfikir dan menghadapi suatu hal yang
pada akhirnya menyebabkan terjadinya instabilitas. Ketidakstabilan yang tidak
bisa dikendalikan lagi merupakan pemicu krisis.
Pepatah lama mengatakan jika sistem keuangan
semakin besar, maka resiko terjadinya krisis juga semakin besar. Hal itu dikarena
sistem kuangan merupakan media tranmisi yang efektif untuk melahirkan gejilak
dan krisis. Dalam bab sebelumnya telah disinggung bahwa sistem keuangan
merupakan jantung perekonomian suatu negara, dan perekonomian merupakan darah
serta makanan dan minuman suatu negara, maka ketika jantung tersebut terinfeksi
maka sendi0sendi lainnya akan terkena efeknya secara signifikan.
Mengapa banyak perusahaan besar
colaps pada tahun 1999? Krisis keuangan ditandai dengan depresiasi nilai tukar
yang tajam. Menurut (Forbes, 2002) suatu negara mengalami krisis jika nilai
tikar terdepresiasi sebesar 10% terhadap US$ . hal tersebut hanyalah sebagai
alarm yang membuat para stake holder berhati-hati dan antisipasi, terutama
otoritas. Sejarah telah membuktikan
bahwa yang pertama kali diserang oleh krisis adalah nilai tukar. (Kamunshg dkk, 1998) mengatakan bahwa krisis
merupakan serangan pada nilai tukar yang menyebabakan depresiasi tajam pada
nilai tukar, dan untuk menyikapinya menyebabkan penurunan drastis dalam
cadangan devisa (ingat bab sistem keuangan). Sejarah Indonesia tahun 1998,
mengukir peristiwa serangan pada nilai tukar yang mengahabiskan cadangan devisa
negara, sehingga pada saat itu otoritas tidak bisa melakukan Operasi Pasar
Terbuka (OPT). dampaknya, permainan spekulan di Indonesia semakin berani,
gejolak krisis semakin menjadi.
Dinamika perekonimian mudah
merembet peda krisis nilai tukar. Hot money yang masuk dalam jumlah besar dan
ditarik secara tiba-tiba, memperparah kelumpuhan perekonomian yang pada saat
itu sudah kritis! Itulah yang menciptakan kebencian terhadap George Soros tahun
1999. Kronologi: ketika investor berinvestasi di Indonesia, maka
mereka menjual Dolar untuk membeli Rupiah, sehingga rupiah terapresiasi.
Namun ketika investor tersebut kembali
ke negaranya, maka mereka menjual Rupiah untuk mendapatkan Dolar, sehingga
Rupiah terdepresiasi ( ingat, apresiasi dan depresiasi disebabkan oleh
permintaan dan penawaran uang). Implikasinya, kegiatan dalam sector
keuangan tidak dapat dilepaskan dari kegiatan di sector Riil, apresiasi nilai
uang menyebabkan biaya input jika menggunakan bahan baku impor akan mengalami
kenaikan. Tidak hanya itu, jika terus dibiarkan, implikasinya akan terus meluas.
Selain menyerang harga output, kondisi depresiasi tersebut juga akan
memunculkan kerawanan / vulneralbility spekulasi dalam memainkan (tukar) Rupiah yang
dampaknya depresiasi akan semakin tajam.
Seperti halnya saat ini, fenomena
kabar kenaikan BBM serta kabar penetapan dua harga memicu masyarakat untuk
mendapatkan keuntungan dengan menimbun BBM dan menjualnya pada saat harga sudah
dinyatakan naik. Kerawanan adalah ketika
ada sesuatu yang tidak baik tersebar secara cepat sehingga menyebabkan hal lain
bergerak kea rah yang kebih tajam (Dombursch, 1997). Seperti halnya jika
seseorang terdampar dipulau asing, tanpa bekal, kondisi buruk tersebut akan
lebih parah jika disertai kepanikan! Sebelum membayangkan terdampar terlalu
jauh, sekali lagi perlu ditekankan bahwa yang sangat berpotensi dalam
menciptakan kerawanan dalam perekonomian adalah sistem keuangan dan nilai
tukar!
Peristiwa apa yang paling
dikenang oleh stake holder bisnis pada
tahun 2008? Adalah krisis financial atau yang disebut sebagai krisis kredit atau the credit crunch. Pada mulanya, bank menyimpan sertifikat
tanah, untuk mempermudah masyarakat mendapatkan rumah, maka diterbitkanlah
instrument keuangan derifatif suprime yang diskuritisasi menjadi berbagai macam
instrument. Maka ketika instrument
keuangan utama jatuh, harga jaminan juga ikut jatuh, akhirnya suprime mortgage
menjadi instrument sampah! Tidak ada harganya. Krisis tersebut mulai dicium
masyarakat pada pertenganhan tahun 2007
ketika investor mulai kehilangan kepercayaan terhadap nilai skuritas mortgage
(perumahan standar rendah) di amerika serikat yang berakibat pada krisis
likuiditas dan memicu jatuhnya harga saham di seluruh dunia. Puncaknya terjadi
pada September 2008 yang ditandai kepanikan para investor dengan melakukan
penarikan dana investasi demi melindungi dananya setelah melihat kebangkrutan
beberapa lembaga keuangan raksasa dunia. Hal tersebut turut memicu kekawatiran
para pelaku pasar karena permasalahan lembaga keuangan akan berdampak pada
melemahnya kegiatan perekonomian. untuk
Indonesia sendiri yang mana nilai tukar diserahkan pada pasar (mengambang
bebas), sehingga ketika devisa naik maka nilai tukar juga akan naik, spekulasi
rendah. Pada saat ini, devisa Indonesia relatif santa besar.
Pada tahun tersebut (2008), ketika pasar keuangan lesu
akibat tekanan jual asset keuangan yang menyebabkan harga instrument jatuh.
Pemerintah meminta BUMN yang over cash diantaranya
BRI, Mandiri, Semen Gresik (sekaranga semen Indonesia), Telkom melukan buy back. Sehingga harga disinyalir akan
naik, menyebabkan expectasi investor turut naik dan kondisi keuangan kembali
normal.
Financial Instability
Financial
Instability merupakan
perbahan pada harga asset keuangan. Perubahan yang sangat menonjol di luar
kewajaran secara signifikan akan menimbukan instabilitas. Ekspectasi yang sehat
dibangun oleh informasi yang benar dan rasional. Jika investor berexpectasi
berlebihan tanpa didasari informasi yang dapat dipertanggung jawbkan dan menyebabkan harga instrument keuangan naik
karena kenaikan permintaan, maka ketika kebenaran terungkap dan instrument
jatuh, maka apa yang terjadi? tidak hanya kerugian material. Untuk itulah
expectasi harus rasional! Tidak under
atau over expect.
Stabilitas Sebagai
Barang Publik
Negara harus menjaga kestabilan, karena merupakan kebutuhan
public. Sebagai akibat krisis 2008,
pemerintah Jerman mengurangi barbagai jenis subsidi. Tidak lain karena
implikasi dari sistem keuangan AS yang porak poranda.
Dalam dunia keuangan, factor spekulasi, mavia serta
ekspektasi berlebihan merupakan hal yang bisa mengganggu stabilitas harga,
tingkat produksi / investasi sehingga mengganggu kemakmuran bersama. Seperti
peristiwa perselisihan antara Amerika dengan Iran ( selat orbus),ancaman untuk
menutup selat Orbus menimbulkan spekulasi harga minyak yang luar biasa besar.
Orang membeli bukan karna harga tetapi karena spekulasi. Sayangnya, seringkali
ketika masyarakat sadar, kondisi sudah sedemikian buruk, harga sudah terlanjur
colaps. Sedangkan, perilaku investor pro-siklus (follower).
Stabilitasi sector keuangan (intermediasi keuangan dalam
perekonomian)dibutuhkan agar pasoka capital (sirkulasi capital) agi sector lain
bisa terjaga, karena tidak ada sector apapun yang bisa bernafas tanpa dana,
uang sangatlah penting!
Sector keuangan akan menentukan stabilitas makro ekonomi,
pertumbuhan perekonomian pemerintah untuk subsidi, membangun infrastruktur,
pengentasan kemiskinan dan pengagguran, semua berdampak pada kemakmuran
masyarakat dan bangsa. Hal tersebut bisa dilihat dari dampak inflasi dari
melemahnya kesehatan ekonomi makro hingga pengurangan karyawan. Untuk Indonesia
sendiri, pernah MA membuat keputusan untuk mempidana pengusaha yang membayar
gaji pegawai di bawah UMK, dan menetapkan pemberian pesangon sekian kali lipat
jika perusahaan memutuskan hak kerja.
Hegemoni Keuangan
Perekonomian dunia tunduk pada
pemodal. Hegemoni keuangan terjadi akibat globalisasi pasar keuangan diregulasi
pasar domestic, Inovasi produk instrument keuangan. Schumpeter berpendapat
bahwa resesi dan krisis sebagai bagian
yang biasa bahkan permanen dalam sistem ekonomi kapitalis, biarlah keseimbangan
baru akan dibentuk oleh infisible hand. Schumpeter juga berpendapat bahwa
dinamika tersebut bukan diakibatkan oleh factor eksternal malainkan factor
endogen (sikap). Setiap orang memiliki naluri yang sama untuk menjadi orang
baik atau sebaliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar