Minggu, 17 Maret 2013

sekilas tentang SISTEM KEUANGAN


SISTEM KEUANGAN


Pendahuluan

Masyarakat modern yang berkembang pada era millenium dua ini merupakan masyarakat yang menikmati fasilitas dari sebuah perkembangan teknologi canggih, demikian halnya dalam bertransaksi. Lalu mengapa system keuangan diperlukan? System keuangan perlu karena investasi selalu diperlukan masyarakat, pelaku bisnis, korporasi dan bisnis, pendanaan selalu diperlukan sebagai sumber daya modal, pengelolaan struktur pemodalan dan kinerja perekonomian, titik bertemu kepentingan antara surplus dan devisit unit selalau diperlukan, manajemen resiko selalu dibutuhkan dan diselaraskan dengan dinamika ekonomi yang terjadi, dan alas an yang terakhir adalah transmisi keuangan selalu dibutuhkan oleh perekonomian.


Pengertian

System keuangan merupakan kumpulan pasar, kumpulan institusi baik pihak penerbit maupun pembeli instrument, serta kumpulan asset yang berinteraksi saling pengaruh mempengaruhi,  terjadi proses perdagangan surat-surat berharga dan penentuan nilai tukar dan tingkat bunga yang menghasilkan jasa keuangan.

Subsistem keuangan
1.      Pasar keuangan :  Suatu sistim pasar yang memfasilitasi terjadinya perdagangan antar produk dan turunan keuangan.
2.      Institusi keuangan : pihak yang terlibat dalam pasar keuangan (pembeli maupun penerbit instrument keuangan)
3.      Asset keuangan : segala sesuatu yang memiliki nilai dan dapat diperjual belikan pada pasar keuangan.

Dalah hal ini, devisit unit menerbitkan istrumen keuangan sedangkan surplus unit membeli instrument tersebut.

Komponen sistem keuangan

Sistem keuangan terbagi atas dua komponen yaitu, financial markets dan financial intermediaries yang berperan dalam menyalurkan dana dari lenders-savers (surplus) kepada borrowers-spenders (defisit). Direct financial: borrowers meminjam dana langsung dari lenders melalui financial markets dengan menjual securities yang merupakan klaim atas asset milik borrower. Indirect financial: financial mediaries meminjam dana dari lenders-savers kemudian menggunakan dana tersebut untuk menyalurkan pinjaman kepada borrower-spenders.


Terciptanya sistem keuangan 

Para pelaku di pasar modal bertemu untuk melakukan transaksi. emiten menawarkan surat berharga setelah emiten tersebut  listing di bursa, kemudian investor (surplus unit) melakukan investasi dalam surat berharga yang ditawarkan oleh emiten. Proses transaksi dapat dilakukan di mana saja tanpa batasan lokasi.. Namun tanpa jaminan hukum negara (legality principle) transaksi investasi sulit untuk terlaksana, tidak menarik untuk dilakukan, dan tidak menghasilkan iklim yang kondusif.

Sistem keuangan tercipta karena danya pertemuan kepentingan antara surplus unit dengan deficit unit serta tranmisi keuangan..
Surplus unit :
1.    Pendapatan
2.    Pengendalian
3.    Reduksi resiko
4.    Pengamanan
5.    Menjaga nila
6.    Likuiditas
7.    Antisipasi kebutuhan masa depan
Transmisi keuangan
1.    Transmisi keuangan
2.    Efisiensi
3.    Stabilitasi ekonomi
4.    Pertumbuhan
DefiSit unit
1.    Pendanaan
2.    Struktur modal
3.    Menejemen resiko
4.    likuiditas


Sistem Menyediakan Alternatif

Dalam mekanisme pasar, ketika jumlah uang yang beredar sedikit maka cost of fundnya naik, sebaliknya jika jumlah uang yang beredar banyak maka cost of fundnya turun. Seperti yang kita tahu bahwa jumlah uang yang beredar akan mempengaruhi jumlah permintaan, maka ketika permintaan tidak disuply dengan jumlah penawaran yang memadahi akan menimbulkan kenaikan harga (inflasi).  Dalam hal ini pihak moneter bisa mempengaruhi jumlah uang yang beredar dengan menciptakan uang baru, memperlebar jumlah uang yang beredar atau menentukan jumlah minimum giro.

Seseorang bersedia menginvestasikan dana ketika investasi tersebut diprediksi akan menguntungkan. Perusahaan yang sebagian besar asetnya didanai pinjaman dari bank sangat terpengaruh fluktuasi suku bunga.   Pembinis rasional perlu menganalisis keadaan ekonomi makro sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Ekonomi yang tidak stabil mengakibatkan bunga kredit mengalami kenaikan karena resiko bank untuk memberi kredit kepada masyarakat menjadi lebih tinggi, dalam kondisi inilah credit channel dibutuhkan. Pembisnis yang bijak lebih memilih menerbitkan melakukan emisi di pasar uang.

Tingkat bunga /real interest rate merupakan bunga yang sesuai dengan tingkat inflasi, jika inflasi tinggi maka real interestnya rendah hal ini menuntut adanya penambahan return.

Substitution effect, kenaikan bunga bank memicu kenaikan instrument ekuitas dan penurunan instrument hutang. Hal ini bisa dilihat dari fenomena krisis beberapa tahun yang lalu, dimana pasca krisis perusahan-perusahaan justru melakukan emisi go public, karena jika meminjam bunga di bank, peminjam akan dibebankan dengan bunga yang tinggi oleh karena itu mereka menjual sahamnya sehingga coc diharapkan akan lebih rendah disususl dengan potensi EAT yang tinggi yang merupakan cikal bakal deviden.

Exchange rate/nilai tukar,  ekonomi Indonesia tumbuh bagus dibandingkan dengan Negara-negara lain yang terimbas kris Amerika Serikat. Hal ini menimbulkan pertanyaan, namun mengapa  exchange rate Indonesia(kurs) masih terdepresiasi? Pertumbuhan Indonesia didukung oleh dua komunitas yaitu pertanbangan dan perkebunan. Untuk membeli aktiva tetap pada produksi kedua komunitas tersebut, Indonesia masih impor (menjual rupiah untuk mendapatkan dolar) hal inilah yang menyebabakan rupiah terdepresiasi, lebih singkatnya ketika impor lebih besar dari ekspor maka nilai uang suatu Negara mengalami depresiasi.

Nilai Tobin, penurunan ekonomi berimbas pada penurunan dayan beli. Harga terasa mahal, bisakatakan bahwa kondisi ekonomilah yang mebuat kita harus harus berfikir  berulang kali  untuk membeli burger yang berharga Rp. 5.000,-, secara ekonomi murah, namun dalam jangka panjang akan mengakibatkan stop makan.

Expectation Channel, ekspektasi merupakan salah satu ketidak pastian dan tiap orang/kelompok memiliki cara yang berbeda untuk menyikapi ketidah pastian (uncertainty) tersebut. Seseorang yang profile cash flownya baik, akan menghadapi ketidak pastian dengan rasional. Sebaliknya orang yang profile cash flownya buruk, toleransi pada resiko tinggi “tidak ada yang baik, yang buruk pun diambil” “tidak makan bakso, cilokpun jadi” karena “spekulasi menyebabkan fluktuasi”.


Arus barang dan modal 
 
Naik turunnya tingkat bunga akan disusul dengan naik turunnya kurs (depresiasi,apresiasi) yang memicu naik turunnya inflasi. Naik turunnya inflasi dilihat dari tinggi rendahnya interest rate, naik turunnya interest rate akan diikuti naik turunnya exchange rate (exchange rate tinggi rupiah akan mengalami apresiasi). Ketika arus modal masuk (demand), apresiasi dan harga asset keuangan akan naik karena demand dari investasinya tinggi. Jika barang dan jasa masuk (import) tinggi, kebutuhan akan dolar naik sehingga rupiah terdepresiasi, begitu juga sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar