Sabtu, 23 Februari 2013

If I die young

Duniaku bukanlah penjara, bukan pula peti mati. Tubuhku hanya terlalu lemas untuk merangkak keluar, melihat mobil-mobil dengan bising klaksonnya atau sekedar ke dapur untuk membuat susuku sendiri. Bukan, aku bukan ratu rayap yang dilayani para prajurit bawah tanah, dan aku berhenti memimpikan hal itu. inilah dunia baruku, kamar berukuran 4*5 m dengan segala peralatan yang ada di dalamnya.
Wanita cantik di foto yang aku pegang ini adalah Ibuku. Ya aku tahu, semua Ibu ingin melihat pernikahan anaknya. Melihatku memakai gaun putih berendra dengan jilbab yang menjuntai menutup setiap sisi tubuh yang harus ditutupi. Mungkin aku akan terlihat anggun. Akupun menginginkan itu, aku menyesal tidak pernah mengenakan pakaian-pakain anggun pilihanmu Bu.
Seperti rasa setiap yang ku makan, sebenarnya manis tapi terasa pahit, senyum ceria yang selalu Ibu tunjukkan adalah tangis yang ingin Ia sembunyikan dariku. Dunia tak seperti rencana indah yang kita pikirkan Bu.
Jika sepuluh atau mungkin lima menit lagi aku mati, aku siap. Aku lelah merepotkan semua orang yang sayang dan memperdulikanku. Aku tidak menyesal meskipun aku belum pernah merasakan dicintai seorang pria, memakai cincin yang diidamkan setiap wanita normal, meskipun aku yakin hal itu pasti sangat manis. Hahaha, bukankah Tuhan menyiapkan lelaki surga di sana? Aku tidak menyesal, aku hanya ingin kepastian bahwa Ibuku akan baik-baik saja setelah kepergianku, Tuhan.
Oh Tuhan, kirimkan surat-surat manis untuknya, agar dia yakin bahwa aku bahagia bersama-Mu. Katakana padanya, bahwa hidup tidak selalu ada pilihan, ada takdir yang tak bisa dihindari. Siapa yang mengira hidup bisa sesingkat ini? Tuhan, yakinkan pula kelak Engkau akan mempertemukan kami, aku menyayanginya dan tidak ingin berpisah selamanya.
Tuhan, aku lelah menikmati sakit ini, bahkan terkadang aku lupa bagaimana sakitnya karena yang kubayangkan sekarang adalah sakit yang jauh lebih sakit dari ini jika kelak Engkau tidak menemapatkanku di surga-Mu. Ah, jika itu terjadi akulah orang yang paling menyesal dan pantas disalahkan, Engkau telah memberiku waktu yang cukup banyak. Yakinkan aku Tuhan…
Waktu yang Engkau beri murah dan aku remehkan, yang ku hargai satu rupiah untuk satu jutanya. Gemetarku adalah membayangkan bumipun tak menerima jasatku. Tuhan, kesempatanku akan segera berakhir, terimalah doa-doa kecil di sisa nafas ini meskipun tak mampu ku bunyikan.
Tuhan, aku merasakan sebentar lagi jiwa dan raga ini akan segera terpisah. Sampaikan kalimat-kalimat sayang dan terimakasihku kepada setiap benda dan kehidupan di dunia ini, setiap yang mencintai maupun yang membenciku, yang ku tahu dan yang tidak kutahu. Berat aku meninggalkan hidup ini, tapi akupun tidak yakin bisa memperbaiki amal jika Engkau perpanjang waktuku.
Terimakasih Tuhan, selamat tinggal dunia…. Smile mom, it’s sunnah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar