Sabtu, 30 Maret 2013

FILOSOFI UANG



Dalam sistem keuangan, uang tidak hanya dianggap sebagai alat tukar ataupun satuan hitung melainkan “raja” yang harus dilayani. Uang adalah alat penuhan kebutuhan masyarakat baik untuk kebutuhan yang sederhana seperti makan, beramal sampai  kegiatan bisnis. Uang adalah alasan bank menawarkan banyak hal kepada nasabah, demi uang juga bank menyediakan keistimewaan berupa fasilitas yang luar biasa kepada nasabah prioritas. Para korporasi berlomba-lomba dalam menarik hati konsumen dengan menawarkan fasilitas, serta produk baik barang ataupun jasa juga untuk uang. bahkan, pemerintah melakukan serangkaian kebijakan fiscal, moneter semua untuk uang (stabilitasi). Namun dalam perkembangannya, terdapat filosofi tentang uang yang diantaranya adalah:
1.                   Reality vs problem
2.                   Good vs evil
3.                   Stability vs instability
4.                   Creating vs destroying
5.                   Partner vs rivals
6.                   Rependent vs influence
7.                   Object of cognition
8.                   Value vs thing
9.                   Measure of all thing
10.               Limit vs limitless
Realitinya, setiap orang membutuhkan uang. namun, banyak masalah yang timbul karena factor ekonomi, social, dan uang. orang membunuh dan atau bunuh diri karena uang, mencuri untuk mendapatkan uang, korupsi juga untuk uang, beban hidup sering berasal dari factor uang. symbol kapitalisme menjadi ukuran kehebatan serta kekuasaan yang pada akhirnya menimbulkan masalah. Sebagian orang tidak lagi memprioritaskan kenyamanan atau keamanan dalam memilih produk, melainkan merk (brind), ingin di anggap termasuk golongan masyarakat berkelas. Dari pada harus membohongi diri dan membohongi orang lain, lebih baik membiarkan orang mempersepsikan diri kita sesuai persepsi mereka. Untuk apa membeli mobil berkecepatan tinggi yang harganya melangit padahal kenyamanan dan keamanan tidak jauh berbeda dengan mobil yang harganya 50% lebih murah? Toh hampir setiap menit Jakarta macet, paling cepat kita memakai kecepatan 60 km/jam itupun sudah maksimal dan jarang sekali
Uang akan menjadi sumber kebajikan ketika bisa menggunakannya dengan baik, misalnya untuk beramal sementara untuk membantu pembangunan masjid, semen tidak akan dating hanya dengan senyum.  Senyum memang sedekah, tapi kalau ada orang yang kelaparan cukupkah kita sedekah senyum? *malah dianggap ngece, ada orang laper kok malah cengengesan. Sedekah makanan? Beli makanan kan juga pakai uang bro.  J. Sebaliknya, uang bisa menjadi sumber kejahatan ketika tidak bisa menggunakannya dengan baik, contihnya kasus narkoba. Banyak masyarakat yang status sosialnya tinggi seperti artis yang terjebak jeruji besi karena tidak mempu menggunakan uangnya dengan baik (control). Lho kan banyak juga orang miskin yang terjebak kasus narkoba? Mereka dapat barangnya masa tidak pake uang? kan dikasih temannya, berarti kan bergaulan, kok nyalahin uang terus? Nah berarti temannya yang tidak pandai menggunakan uang dengan baik J.
Nilai uang yang stabil dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha dalam melakukan berbagai aktivitas ekonomi, sehingga perekonomian nasional dapat bergairah. Namun, uang sering kali mengalami instability, harga produk hampir selalu mengalami fluktuasi. Jika jumlah uang yang beredar terlampau banyak atau sedikit makan akan terjadi instability, untuk itu dibutuhkan serangkaian kebijakan dalam mengatasinya. Dalam hal ketenangan, menteri hampir sama dengan tukang becak. Tukang becak encok karena tidur  berkasur dipan yang kurang datar (contohnya ngeri banget), sedangkan menteri perekonomian tidur dikasur empuk sambil menggalaukan harga bawang seperangkatnya.
Uang dapat menciptakan keharmonisan namun juga dapat merusak/ menghancurkan keharmonisan. Gaji pertama akan menarik simpati istri, kebahagiaan keluarga terlihat ketika anggota keluarganya mendapat promosi jabatan. Namun, gaji yang tinggi juga akan memicu timbulnya disharmonisasi. Selain contoh tersebut, dalam kenyataannya matrealisme semakin menggerogoti budaya yang baik dalam masyarakat. Budaya gotong royong sulit atau bahkan tidak akan berjalan jika tidak disokong dengan uang atau materi. Masyarakat kaya lebih memilih mengeluarkan uang dari pada menyumbangkan tenaganya.
Dalam merintis sebuah usaha, seseorang perlu menghimpun partner guna mendapatkan dana yang memadai. Proporsi kepemilikan modal sesuai dengan jumlah modal yang ditanamkan, siapa yang memiliki modal terbesar, dia yang akan menguasai. Sehingga yang awalnya partner akan bersaing untuk menjadi penguasa atas usaha tersebut.
Tanpa uang akan selalu tergantung dan mudah terinfeksi dalam hal apapun. Tanpa uang suara kita kurang didengar. Tidak punya uang berarti tidak punya kekuasaan, semakin banyak uang semakin banyak yang mendekati. Karena tingkat pendapatan mempengaruhi nilai tawar seseorang, maka semakin tinggi pendapatan seseorang akan semakin besar proporsi kekuasaannya.
Sering kali orang tidak terlalau memperdulikan rsiko karena tergiur dengan return yang tinggi. Kapitalis berhasil mengubah keinginan menjadi kebutuhan. Setiap orang ingin dipuji dan diakui mempunyai nilai lebih dari yang lain, hal ini dimanfaatkan kapitalis dalam menawarkan produk-produk bermerk nan mahal. Sehingga yang membeli produk tersebut akan merasa mendapatkan nilai yang lebih di masayar.
Uang dapat memupuk kesombongan. Untuk menghindari sombong, salah satu caranya adalah berpenampilan yang sederhana. Namun, kesederhanaan justru akan menjadi kesombongan jika kesederhanaan itu dibuat-buat dan sengaja ingin dinilai sederhana oleh orang lain.
 Selain itu uang juga dapat mempersingkat kepuasaani. Sebelum mendapatkan pekerjaan seseorang akan merasa puas dengan gaji Rp 500.000, setelah dia mendapatkan gaji sebesar itu dia akan mengharapkan yang lebih, begitu seterusnya. 
Sekian sekilas filosofi Uang, karena kini uang telah menjadi suatu komoditas (objek transaksi), untuk itu sebelum melakukan investasi hendaknya melihat terlebih dahulu filosofi uang yang berkembang dalam suatu masyarakat. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar