*1
Dosa
perasaan memberiku tarian pada jemari,
dan
pekikan air mata yang tertahan dalam muka sujud.
Aku
mengartikannya sebagai sebuah rekaman dosa,
saat
aku mengabaikan keharusan yang haqiqi,
yang
tersimpan pada lebaran suci yang agung,
yang tak
tersentuh jemari rapuhku,
juga tak
tampak pada setiap kali kelopak mataku terbuka..
bagaiman
dosa bisa ku lihat sebagai tarian yang menakjubkan?
Apa
karena bisikan yang tajam tak disadari?
Ataukah
sesuatu yang aku mainkan sendiri?
Tuhan..
Bolehkah
aku menyalahkan yang tecipta dari api-Mu?
Ataukah
aku hanya boleh memukuli gerak
Yang tengah
melempar ku menuju jurang tanpa dasar?
Yang
di dalamnya menyala api yang tak pernah terpikirkan..
Ataukah
hanya kedangkalanku yang patut disalahkan?
Tuhan…
Aku
ingin berlari, bersimpuh, meraung..
Meratapi
gambaran masa lalu
Yang
mengusik ketenangan batin.
Yang
mengutuk kelemahan spiritual..
Juga
menangisi masa depan
Jika
ampunan-Mu tak ku dapati..
Ya
Tuhan..
Sentuhlah
hati ku yang tandus..
Siramilah
dengan hidayah-Mu selalu..
Janganlah
kau tinggalkan aku, Tuhan…
Tuhan,
bimbinglah hamba-Mu menuju jalan yang lurus..
Ampunilah,
maafkanlah…
Sebelum
waktu yang dimaklumi
Menjemput
jiwa penuh dosa…
Aamiin
aamiin aamiin….
*2
Ketika
tangan kebenaran merengkuhmu,
Dengan
lengannya yang bergetar,
Lalu,
membisik sebuah pesan keselamatan,
Tentang
pembebasan para pendosa,
Bagaimana
mungkin kau tetap menikmati sangkar yang lalu?
Tempat
mu bermain api?
Dan,
membiarkan aturan menampar wajah yang hina untuk kedua kalinya?
Dengarlah,,
Kesenangan
duniawi hanyalah ilusi semu
Pengeras
hati, pemalsu rasa,
Yang
rayuannya membutakan mu dari keindahan yang kekal.
Yang
memalingkan mu pada Pemilik keindahan Yang Esa
Yang
kini membuat mu merangkak, mengais ampunan
Apakah
kau akan terus membiarkan bara itu melelehkan mu
Membuat
mu terombang-ambing di antara para bisik?
Tidakkah
kau rasakan hati yang terbakar rasa takut?
Kau
hampir kehilangan masa penuh kesempatan
Tidakkah
kau sadari?
Bahwa
bukan waktu yang harus berbalik arah..
Melainkan
langkah yang harus menghapus coretan hitam
Kemudian
menggantikannya dengan yang putih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar