Senin, 07 Juli 2014

Lelaki Patah Hati



Dia tetaplah Fathi, salju yang mengagumkan di puncak Himalaya. Bukan, dia bahkan tidak pernah ke tempat itu dia lebih sering mengganggu ketenangan hatiku. dia adalah kebodohan dan keburukanku, bergaris senyum manis, periang,  seorang yang cerdas diantara yang aku kenal waktu itu. Pandangan mempesona adalah pandangan yang sepertinya. Senyum manis adalah senyum yang melukis garis bibirnya. inilah perpisahaan yang membuatku berfikir. dia yang akan selalu tinggal dihatiku. Orang baru yang mungkin akan datang bukanlah seorang pengganti, melainkan pelengkap taman. 

Aku dan dia adalah dua karakter yang seharusnya sulit untuk diserasikan. Hampir tidak ada yang percaya bahwa kita pernah menjadi sejoli yang dekat, lebih dekat antar jarak alis dengan garis kelopak mataku. Cinta yang berjalan tanpa sentuhan, tanpa sentuhan kecuali rasa yang melebur dari dua hati yang berbeda. Hatinya menyentuh hatiku, dan aku melelehkan perekat diantaranya, sebuah jebakan yang lebih sering melukis badai musim salju dari pada rumput hijau di musim semi.

Aku tidak cukup cerdas untuk menjual hatiku dengan harga yang mahal. Kepergiannya membuat sesuatu di balik rusukku terasa sakit. Banyangan siluet tubuhnya adalah kesakitan yang membuat lapar lukaku. Bahkan aku tidak mampu menghibur ingatanku sendiri, dia yang membuat hatiku berhenti terbuka.

Harusnya aku menuruti permintaannya sebelum keterlambatan ini terjadi. Penyesalan pertamaku adalah ketika aku terlambat menyadari bahwa aku terlalu peduli pada perasaan yang lebih layak disebut mimpi kekanak-kanakan dari pada sebuah rancangan. Kebodohan pertama adalah ketika dia memintaku memutar otak untuk perpisahaan yang akan menjadi sebuah keindahan, permintaan tulus yang aku tolak karena keegoisan seorang pria, naluriku mendorongku untuk lebih memilih ketakutan akan kehilangan kisah manis walau ku tahu kita tidak mungkin tidak mampu melewatinya, dari pada pilihan apapun yang ditawarkan.

Aku memelihnya sebagi cinta pertama, juga cinta yang tidak bisa hilang. Yang selalu menemani cinta-cinta baru setelahnya, cinta cinta yang berakhir dengan tragis dan tangis. Aku tidak pernah mencoba untuk melukai cinta-cinta yang mengunjungi hatiku, aku hanya merasa mereka tidak cukup menjadi penyembuh. Aku harus menemukan sosok yang sepertinya. Fathi, sosok yang sampai sekarang gagal aku temukan lewat rajukan gadis-gadis manja yang mengelilingi gedung gedung tua gubuk imajinasiku.

1 komentar:

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.org

    BalasHapus