Dia tetaplah Fathi,
salju yang mengagumkan di puncak Himalaya. Bukan, dia bahkan tidak pernah ke
tempat itu dia lebih sering mengganggu ketenangan hatiku. dia adalah kebodohan
dan keburukanku, bergaris senyum manis, periang, seorang yang cerdas diantara yang aku kenal
waktu itu. Pandangan mempesona adalah pandangan yang sepertinya. Senyum manis
adalah senyum yang melukis garis bibirnya. inilah perpisahaan yang membuatku
berfikir. dia yang akan selalu tinggal dihatiku. Orang baru yang mungkin akan
datang bukanlah seorang pengganti, melainkan pelengkap taman.
Aku dan dia adalah dua
karakter yang seharusnya sulit untuk diserasikan. Hampir tidak ada yang percaya
bahwa kita pernah menjadi sejoli yang dekat, lebih dekat antar jarak alis
dengan garis kelopak mataku. Cinta yang berjalan tanpa sentuhan, tanpa sentuhan
kecuali rasa yang melebur dari dua hati yang berbeda. Hatinya menyentuh hatiku,
dan aku melelehkan perekat diantaranya, sebuah jebakan yang lebih sering
melukis badai musim salju dari pada rumput hijau di musim semi.
Aku tidak cukup cerdas
untuk menjual hatiku dengan harga yang mahal. Kepergiannya membuat sesuatu di balik
rusukku terasa sakit. Banyangan siluet tubuhnya adalah kesakitan yang membuat
lapar lukaku. Bahkan aku tidak mampu menghibur ingatanku sendiri, dia yang
membuat hatiku berhenti terbuka.
Harusnya aku menuruti
permintaannya sebelum keterlambatan ini terjadi. Penyesalan pertamaku adalah
ketika aku terlambat menyadari bahwa aku terlalu peduli pada perasaan yang
lebih layak disebut mimpi kekanak-kanakan dari pada sebuah rancangan. Kebodohan
pertama adalah ketika dia memintaku memutar otak untuk perpisahaan yang akan
menjadi sebuah keindahan, permintaan tulus yang aku tolak karena keegoisan
seorang pria, naluriku mendorongku untuk lebih memilih ketakutan akan
kehilangan kisah manis walau ku tahu kita tidak mungkin tidak mampu melewatinya,
dari pada pilihan apapun yang ditawarkan.
Aku memelihnya sebagi
cinta pertama, juga cinta yang tidak bisa hilang. Yang selalu menemani
cinta-cinta baru setelahnya, cinta cinta yang berakhir dengan tragis dan
tangis. Aku tidak pernah mencoba untuk melukai cinta-cinta yang mengunjungi
hatiku, aku hanya merasa mereka tidak cukup menjadi penyembuh. Aku harus
menemukan sosok yang sepertinya. Fathi, sosok yang sampai sekarang gagal aku
temukan lewat rajukan gadis-gadis manja yang mengelilingi gedung gedung tua gubuk
imajinasiku.
JOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.org