#do
Mari kasih, kan ku ajarkan cara terbaik mengenal lagu hati..
Pernahkah kau melihat dengan mata terpejam?
Atau mendengar yang tak
bersuara?
Tidakkah kau tahu kasih?
Bahwa tidak hanya mata yang bisa melihat,
Tidak hanya telinga yang dapat mendengar,
Dan tidak hanya bibir yang dapat bicara,
Tidakkah kau mendengarnya kasih?
Beginilah caraku mengungkapkan rasa yang tak mampu bibirku verbalkan..
Tidakkah kau menemukannya kasih?
Inilah jawaban yang ingin kau dengar yang tak bisa aku katakan..
Tidakkah kau merasakannya kasih?
Seperti inilah rasa yang kau ragukan..
Tidakkah kau memahaminya kasih?
Bahwa hati selalu apa adanya..
Tidakkah kau menyukai ini kasih?
Berdialog dalam diam..
Mengindra
dengan rasa..
#re
Apa kau
ingat apa yang kekasihmu katakan?
kala hujan
membawamu pulang ke rumah..
kau begitu
basah dan menggigil..
kau
lemparkan tas kerjamu
lalu
berhamburan pada ku.
Dan dengan
senyum bangga kau katakana padaku
“aku tidak akan pernah terlambat”
Kau pegang
kedua pipiku, lalu mencium keningku sekali..
Dan
meninggalkan bias merah yang membakar wajah kasmaran..
Bagaimana
mungkin aku bisa bosan?
Sekalipun
kau lakukan hal yang sama setiap harinya
Karena yang
ku lakukan adalah menunggu dengan rona berseri-seri
Berharap
kekasihku datang beserta cinta dan rindunya..
Lalu
melepaskannya pada ku
Ketika pintu
terbuka menyambut pulangmu..
Selamat datang sayang, kau bekerja terlalu
keras hari ini..
Lihat, keringat mu tetap mengucur
Meski hujan berusaha membasuhnya.
.
Nyamankan tubuh lelahmu di sini sayang..
Dan jangan kau risaukan tatapan senja
Yang mengintip penuh kecemburuan
sebab ia tak mampu mencuri rasa kekasih mu
apa lagi memadamkannya..
apa masih terasa dingin sayang?
Teh atau kopi untuk sore ini?
#mi
Tibalah masa
yang sudah lama kita perbincangkan, tanpaku atau tanpamu.
Ku baca tiap
gores dalam buku kusam yang kau simpan sepanjang masa senjamu.
kau tuliskan
namaku bersama kalimat penyejuk hati yang tua.
Air matapun mengalir
menguak rasa rindu pada masa itu
Saat aku menyisir
rambut-rambut basahmu sebelum mengecupmu dalam pembaringan.
Juga pada
aroma kopi yang kau bagi denganku.
Bukankah
memang lebih baik seperti ini sayang?
Wanita lebih
hebat dalam menanggung sepi
Dan kekasihmu
tak ingin kau menjalani hari sebagai pesakitan dalam syairnya sendiri
Biarlah kekasihmu
ini yang mengabadikan gagahmu.
Pada bocah
yang menatap syahdu pembaringanmu yang kini kosong.
Ku tunjukkan
pada mereka bagaimana kesatria menggenggam cinta.
Ku kumpulkan
mereka dalam canda mengenang kejayaanmu.
Lalu
kuberikan kecupan selamat tidur seperti yang lalu kau lakukan.
#fa
Bisakah
menangkapmu dalam ketidak beradaanmu?
Di saat
bunga-bunga bertebaran pada tanah merah yang basah..
Bersama nyanyian
hati yang rindu..
AH.. Harusnya
aku merasa biasa,
Bukankah ini
adalah kepastian yang kita sudah kita maklumi?
#sol
Ketika aku
hendak membuka jendela,
Ku rasa
nafas kasih membelai lembut
kerinduanku..
Aku
mencarimu, menangkapmu, memelukmu..
Ku kecup kau
berulang-ulang sambil membisikkan kebahagiaan..
Bahwa dahaga
ini telah terobati..
Ku tunjukkan
padamu dengan bangga..
Janji
kesetiaan yang tak terbantahkan..
Cintaku
adalah bagian dari takdir mu, takdir kita..
Yang kian
tua kian mengharum,
Tak ada
penghianatan
Jendela pun
terbuka,
Dan membuka
mataku pada kenyatahan yang tak semanis dulu, meskipun tetap manis..
Bahwa yang
ku tangkap, yang ku dekap yang ku ciumi
Hanyalah
imajinasi, pemanis kisah yang kini berlangsung tanpa mu..
Lalu, aku
berjalan mencari imajinasi
Memejamkan
mata sambil menghirup angin pagi
Barangkali
hembusannya membawa serta aroma mu
Namun
kehangatan mentari memelukku begitu erat
Sinarnya
melukiskan harap yang cerah
Bahwa
perpisahan kita memanglah sementara
Kau akan
menyambut ku pada lembah kehidupan yang abadi
#la
Jangan kau
bertanya pada penjaga malam
Tentang apa
yang dirasakan seorang pesakitan
Sebab lewat
jari yang memetik tasbih
Ia panjatkan
do’a beserta salam kerinduan
Kekasihmu
tidak menghiraukan hari penjemputan
Namun, Bukan
berarti rindunya telah padam ditiup masa
Sebab ia
tengah berjuang
agar cinta
itu turut menghiasi taman persinggahan yang terakhir
Yang Tuhan
ciptakan hanya untuk para kekasih-Nya
Maka..
Bertanyalah pada Pemilik waktu saja
Sebab segala
jawaban ada dalam genggam-Nya
#Si
Aku tahu
kemana perginya lagu yang dulu selalu kau nyanyikan,
Bersama
sungai merah jambu ia berlayar.
Ia hendak
melukis pelangi dengan latar hujan yang terbakar
Menunjukkan
pada orang-orang sebuah kisah yang sudah
lama dirindukan waktu
Kisah tarian
alam bersama bunga-bunga musim semi
yang
melahirkan veritas pertama hingga ke lima,
atau lebih
dari itu..
Yang
mengajarkan dunia untuk tersenyum ramah pada waktu
Sebab waktu
selalu manis,
Yang ingkar
adalah yang diberi amanat
Yang sempat diragukan
para malaikat
JOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.org