Sabtu, 28 Juni 2014

Hari yang Jauh


#do
Mari kasih, kan ku ajarkan cara terbaik mengenal lagu hati..
Pernahkah kau melihat dengan mata terpejam?
Atau mendengar  yang tak bersuara?

Tidakkah kau tahu kasih?
Bahwa tidak hanya mata yang bisa melihat,
Tidak hanya telinga yang dapat mendengar,
Dan tidak hanya bibir yang dapat bicara,

Tidakkah kau mendengarnya kasih?
Beginilah caraku mengungkapkan rasa yang tak mampu bibirku verbalkan..
Tidakkah kau menemukannya kasih?
Inilah jawaban yang ingin kau dengar yang tak bisa aku katakan..

Tidakkah kau merasakannya kasih?
Seperti inilah rasa yang kau ragukan..
Tidakkah kau memahaminya kasih?
Bahwa hati selalu apa adanya..
Tidakkah kau menyukai ini kasih?
Berdialog dalam diam..
Mengindra dengan rasa..

#re
Apa kau ingat apa yang kekasihmu katakan?
kala hujan membawamu pulang ke rumah..
kau begitu basah dan menggigil..
kau lemparkan tas kerjamu
lalu berhamburan pada ku.

Dan dengan senyum bangga kau katakana padaku
aku tidak akan pernah terlambat”
Kau pegang kedua pipiku, lalu mencium keningku sekali..
Dan meninggalkan bias merah yang membakar wajah kasmaran..

Bagaimana mungkin aku bisa bosan?
Sekalipun kau lakukan hal yang sama setiap harinya
Karena yang ku lakukan adalah menunggu dengan rona berseri-seri
Berharap kekasihku datang beserta cinta dan rindunya..
Lalu melepaskannya pada ku
Ketika pintu terbuka menyambut pulangmu..

Selamat datang sayang, kau bekerja terlalu keras hari ini..
Lihat, keringat mu tetap mengucur
Meski hujan berusaha membasuhnya.
.
Nyamankan tubuh lelahmu di sini sayang..
Dan jangan kau risaukan tatapan senja
Yang mengintip penuh kecemburuan
sebab ia tak mampu mencuri rasa kekasih mu
apa lagi memadamkannya..

apa masih terasa dingin sayang?
Teh atau kopi untuk sore ini?

#mi
Tibalah masa yang sudah lama kita perbincangkan, tanpaku atau tanpamu.
Ku baca tiap gores dalam buku kusam yang kau simpan sepanjang masa senjamu.
kau tuliskan namaku bersama kalimat penyejuk hati yang tua.

Air matapun mengalir menguak rasa rindu pada masa itu
Saat aku menyisir rambut-rambut basahmu sebelum mengecupmu dalam pembaringan.
Juga pada aroma kopi yang kau bagi denganku.

Bukankah memang lebih baik seperti  ini sayang?
Wanita lebih hebat dalam menanggung sepi
Dan kekasihmu tak ingin kau menjalani hari sebagai pesakitan dalam syairnya sendiri

Biarlah kekasihmu ini yang mengabadikan gagahmu.
Pada bocah yang menatap syahdu pembaringanmu yang kini kosong.
Ku tunjukkan pada mereka bagaimana kesatria menggenggam cinta.
Ku kumpulkan mereka dalam canda mengenang kejayaanmu.
Lalu kuberikan kecupan selamat tidur seperti yang lalu kau lakukan.

#fa
Bisakah menangkapmu dalam ketidak beradaanmu?
Di saat bunga-bunga bertebaran pada tanah merah yang basah..
Bersama nyanyian hati yang rindu..

AH.. Harusnya aku merasa biasa,
Bukankah ini adalah kepastian yang kita sudah kita maklumi?

#sol
Ketika aku hendak membuka jendela,
Ku rasa nafas kasih membelai lembut  kerinduanku..
Aku mencarimu, menangkapmu, memelukmu..
Ku kecup kau berulang-ulang sambil membisikkan kebahagiaan..
Bahwa dahaga ini telah terobati..

Ku tunjukkan padamu dengan bangga..
Janji kesetiaan yang tak terbantahkan..
Cintaku adalah bagian dari takdir mu, takdir kita..
Yang kian tua kian mengharum,
Tak ada penghianatan

Jendela pun terbuka,
Dan membuka mataku pada kenyatahan yang tak semanis dulu, meskipun tetap manis..
Bahwa yang ku tangkap, yang ku dekap yang ku ciumi
Hanyalah imajinasi, pemanis kisah yang kini berlangsung tanpa mu..

Lalu, aku berjalan mencari imajinasi
Memejamkan mata sambil menghirup angin pagi
Barangkali hembusannya membawa serta aroma mu
Namun kehangatan mentari memelukku begitu erat
Sinarnya melukiskan harap yang cerah
Bahwa perpisahan kita memanglah sementara
Kau akan menyambut ku pada lembah kehidupan yang abadi


#la
Jangan kau bertanya pada penjaga malam
Tentang apa yang dirasakan seorang pesakitan
Sebab lewat jari yang memetik tasbih
Ia panjatkan do’a beserta salam kerinduan

Kekasihmu tidak menghiraukan hari penjemputan
Namun, Bukan berarti rindunya telah padam ditiup masa
Sebab ia tengah berjuang
agar cinta itu turut menghiasi taman persinggahan yang terakhir
Yang Tuhan ciptakan hanya untuk para kekasih-Nya

Maka.. Bertanyalah pada Pemilik waktu saja
Sebab segala jawaban ada dalam genggam-Nya

#Si
Aku tahu kemana perginya lagu yang dulu selalu kau nyanyikan,
Bersama sungai merah jambu ia berlayar.

Ia hendak melukis pelangi dengan latar hujan yang terbakar
Menunjukkan pada orang-orang  sebuah kisah yang sudah lama dirindukan waktu

Kisah tarian alam bersama bunga-bunga musim semi
yang melahirkan veritas pertama hingga ke lima,
atau lebih dari itu..



Yang mengajarkan dunia untuk tersenyum ramah pada waktu
Sebab waktu selalu manis,
Yang ingkar adalah yang diberi amanat
Yang sempat diragukan para malaikat
 

1 komentar:

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.org

    BalasHapus