Rabu, 25 Juni 2014

entah



Entahlah, aku tidak pandai menemukan alasan, bahkan aku mulai tidak mempercayai pendapatku sendiri, kau mungkin bisa menemukan alasanya lewat kertas ini, sebodoh apapun itu…

Kau tahu, ketika aku membuat keputusan keji dengan memberimu sesuatu yang menjijikkan seperti yang dilakukan beberapa bandit di belahan dunia lain yang sesak, di luar dugaan aku mendengar nyanyian burung pipit membisik atap rumahku, Indah..

Sayang kau tak mendengarnya saat itu..

Yeah, kau benar. Itu mungkin bukan yang pertama. Tapi, percayalah… itu pertama kalinya aku mendengar, atau memperhatikan? Seorang yang kacau sepertiku memang sering terjebak dalam benang kusut pemilihan kata, istilah. Apa kau peduli soal ini? aku ingin tahu jawaban orang cerdas sepertimu..

Aku tidak lebih dari  preman bergender perempuan, senyumku bukan garis melengkung indah yang terdamba, aku mengeluarkan gigi-gigi berantakanku seperti seekor simpanse, seorang yang kasar bukan?

Aku masih sering berjingkrak ketika mendapat kabar gebira, mengantuk di kelas dan pembenci cerita pengantar tidur kecuali itu Ibuku yang membacanya, mantan pengunyah permen karet yang kehilangan geraham kesukaanya sehari sebelum ujian kelulusan SMP,

Aku bukan sutra yang lembut, kulitku adalah teman sempurna untuk kawanan ngengat, bukan lalat karena aku masih hidup dan belum mengalami masa pembusukan!

Tentu saja ini hanya kiasan, tapi memang seperti itu, aku pernah membunuh seekor ngengat yang mengganggu pembungkus lenganku (aku harap, aku telah mengantar hewan mungil itu ke tempat yang nyaman), penikmat buku, bukan penikmat buku-buku tentang wanita (buku Aisya, The Greatest Women hanya aku baca 3 atu 2 lembar saja. Dan kesimpulan konyolku: beliau adalah wanita cerdas, istri yang taat. Yah, menyimpulkan sesuatu sesuka hati memang sudah menjadi kebiasaan bodohku)

Dan YAP!! Aku hanya bisa menikmati buku pelajaran tertentu. Jenis apa wanita sepertiku ini?

Sebuah pengakuan tulus..
Aku adalah pengecut dibalik kepura-puraanku atau sikapku yang menyebalkan, suka membuat guyonan..
Padamu, melaui tulisan dangkal kesan ini, aku menunjukkan siapa diriku,
Ketahuilah, aku pengidap alergi keramaian yang berusaha mengatasinya, seorang tertutup membosankan yang berusaha menjadi pendengar yang baik “aku rasa aku hampir berhasil, dan telah berhasil dalam versiku sendiri”, 

Barangkali aku adalah seorang gadis yang bercermin pada kulit kayu pinus, karena aku akan memberimu tahu bahwa aku sendiri sering menyembunyikan sesuatu pada kata atau kalimat yang ku pilih, pada bahasa wajah yang ku jadikan bungkus. Bagimana denganmu?

Maafkan aku, aku tidak menggunakan kata bersahaja seperti anti, afwan, antum, dan lainnya…

(Priaku harus tahu siapa aku)

Galuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar