Sabtu, 30 Maret 2013

Dear sahabat


dear sahabat…
entah sudah sejak berapa lama aku tidak menghubungimu lagi..
entah sudah ribuan.. ataukah puluhan ribu waktu tak lagi kuhabiskan mengisi waktu dengan menulis surat untukmu

dear sahabat…
waktu cepat sekali beranjak sejak aku tak lagi menulis untukmu…
aku lebih banyak berkutat dengan rutinitas dan duniaku yang baru…

sahabat… dulu kau yang paling mengenalku..
jauh lebih banyak yang kuceritakan padamu dibandingkan kepada saudaraku sendiri sekalipun…
kau yang paling mengertiku..
memahami perasaanku… 

kapanpun aku datang padamu…
kau membuka tanganmu untuk menyambutku…
setiap kali aku ingin merebahkan diri untuk menangis…
kau selalu menyediakan bahumu untukku…
bahkan ketika tiada kata yang dapat terucap dari bibirku ini…
engkau setia menemaniku dalam diam.. dalam hening…
dan seakan-akan aku telah ‘membagi’ beban ini denganmu….
senyumanmu membuat aku damai..
tatapanmu tulus menyatakan bahwa aku tak pernah sendirian…
dan riang tawamu membuat hari-hariku terasa indah…

Kini… setelah sekian lama aku akhirnya kembali…
setelah tiada lagi yang dapat kubagi padamu…
aku mencoba ‘kembali’ untuk berjumpa denganmu…
aku berharap apa yang kita miliki tak pernah pergi sama sekali…

ah,, sahabat, betapa egoisnya aku..
tak pernah ku tahu engkau memikul banyak beban,,
apa gunanya aku ini untuk mu sahabat,,
seharusnya aku ada,
sebagai tampat mu berbagi,,
sepaerti saat dulu,,

sahabat,, seharusnya aku punya banyak solusi,,
seharusnya tak ku biarkan kau seprti ini,,

maaf kan aku sahabat,, jangan pernah menyesal,
tetap semangat.......

dear sahabat, aku benar2 merindukanmu….
Galuh to Erlin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar